Manokwari, TP – Pembinaan dan pengembangan olahraga di Provinsi Papua Barat tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian medali atau prestasi di berbagai ajang perlombaan. Melalui terobosan kebijakan baru, sektor ini perlahan diarahkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang andal, melalui integrasi erat dengan sektor pariwisata serta penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Papua Barat kini tengah menyusun berbagai langkah strategis dan rencana kerja menyeluruh, guna mengubah kekayaan alam dan bakat olahraga yang dimiliki menjadi produk industri yang berdaya saing tinggi, tidak hanya di tingkat nasional namun juga menembus pasar global.
Kepala Dispora Papua Barat, Djoni Saiba, menyampaikan arah kebijakan terbaru ini sebagai wujud perluasan manfaat pengelolaan olahraga. Jika sebelumnya fokus utamanya hanya pembinaan atlet dan pencapaian juara, kini manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas melalui roda perekonomian yang berputar lebih cepat.
“Kami bertekad mendorong perubahan wajah olahraga agar memiliki nilai ekonomi yang nyata. Konsep utamanya adalah mengembangkan pariwisata berbasis kegiatan olahraga sekaligus memperkuat seluruh rantai pasok yang melibatkan pelaku usaha lokal. Dengan cara ini, terbuka lapangan kerja baru, perputaran uang bertambah, dan akhirnya menjadi penggerak utama kemajuan ekonomi daerah,” ujar Djoni Saiba saat ditemui awak media Tabura Pos di Aston Niu Hotel Manokwari, Jumat (8/5/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, seluruh rancangan kerja dan kebijakan yang disusun berlandaskan pada peraturan tertinggi di tingkat nasional, yakni Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 9 Tahun 2026 tentang Industri Olahraga. Aturan ini menjadi landasan hukum sekaligus pedoman teknis agar setiap langkah yang diambil berjalan tepat sasaran dan terukur.
Menurutnya, posisi dan kondisi alam Papua Barat adalah modal dasar terbaik untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Wilayah ini memiliki bentang alam yang sangat beragam mulai dari garis pantai yang indah, gugusan pulau, hingga rangkaian pegunungan yang megah, yang kesemuanya sangat cocok dikembangkan menjadi lokasi kegiatan maupun perlombaan olahraga berkelas dunia.
“Kalau kita mampu mengemas dan mengembangkannya dengan baik melalui pendekatan industri dan pariwisata, dampaknya pasti sangat besar bagi peningkatan pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sebenarnya, lanjut Djoni, bukti nyata keberhasilan konsep ini sudah terlihat dalam beberapa penyelenggaraan kegiatan sebelumnya. Salah satu contoh paling nyata dan mencolok adalah pelaksanaan ajang internasional Manokwari Pro World Surf League tahun 2025 lalu di kawasan Pantai Petrus Kafiar, Amban. Kegiatan itu terbukti mampu mendatangkan wisatawan, membangkitkan semangat warga, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Artinya benihnya sudah ada dan sudah tumbuh. Tugas pemerintah sekarang tinggal memperkuatnya, terutama melalui penyediaan payung hukum yang jelas serta dukungan anggaran yang memadai agar skala kegiatannya makin besar dan manfaatnya makin luas,” tambahnya.
Sejalan dengan hal itu, pihaknya kini tengah menyelesaikan draf Rancangan Peraturan Daerah Provinsi yang nantinya akan segera diajukan ke lembaga perwakilan rakyat daerah untuk dibahas dan disahkan. Peraturan ini akan menjadi landasan utama agar pengelolaan potensi olahraga dan pariwisata berjalan terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan ke masa mendatang.
“Kita punya potensi yang luar biasa dan daya tarik yang sulit ditandingi daerah lain. Kuncinya hanya satu: kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak agar kekayaan yang Tuhan berikan ini bisa dikelola dengan baik, lalu berubah menjadi kesejahteraan nyata bagi seluruh warga Papua Barat,” tandasnya.[FSM-R2]




















