Manokwari, TP – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari mendorong hubungan industri yang positif guna mencegah perselisihan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan.
Langkah tersebut ditempuh melalui tahapan sosialisasi sosialisasi tentang pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, mogok kerja, dan penutupan perusahaan, di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (9/7/2026).
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya strategis menjadi ruang memperkuat pemahaman dan kesadaran dalam menjaga keharmonisan dunia usaha dengan pekerja.
Dikatakan Mugiyono, pemda terus berusaha membangun kesadaran kolektif dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan antara pekerja dan perusahaan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, sekaligus meminimalkan potensi konflik ketenagakerjaan.
“Hubungan yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja berdampak positif terhadap stabilitas ketenagakerjaan, sehingga aktivitas dunia usaha berjalan secara produktif tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan,” jelas Mugiyono.
Dikatakannya, hubungan industrial yang harmonis menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pembangunan sektor ekonomi serta memperluas kesempatan kerja bagi seluruh masyarakat supaya iklim ketenagakerjaan di Kabupaten Manokwari tetap kondusif.
Setiap potensi perselisihan yang terjadi di lingkungan kerja, kata dia, harus diselesaikan melalui mekanisme dialog dan musyawarah sesuai ketentuan aturan perundang-undangan supaya hak maupun kewajiban dari setiap pihak tetap terlindungi.
“Dalam sistem hubungan industrial, penyelesaian perselisihan dilakukan secara bertahap, mulai dari perundingan bipartit, mediasi, konsiliasi atau arbitrase, dan yang terakhir itu pengadilan hubungan industrial,” katanya.
Ia berharap sosialisasi yang diselenggarakan Disnakertrans Manokwari mampu meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan di bidang hubungan industrial mengenai mekanisme bipartit.
Wakil Bupati Manokwari mengimbau seluruh perusahaan yang berinvestasi di Manokwari tetap menjaga pola komunikasi efektif dengan semua tenaga kerja sebagai langkah preventif agar dapat menghindari timbulnya perselisihan industrial.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba melaporkan, sosialisasi ini diikuti 172 orang yang terdiri atas perwakilan perusahaan skala mikro hingga besar, perwakilan serikat buruh, tenaga kerja, dan instansi terkait lainnya, dengan melibatkan BPJamsostek Cabang Manokwari. [SDR-R1]




















