Manokwari, TP – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari melakukan upaya pencairan dan pertolongan terhadap presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang dilaporkan hanyut di air terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Sabtu 18 Juli 2026.
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin mengakui, pihaknya sudah melakukan operasi SAR terhadap korban.
“Kami terima laporan Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 20.30 WIT dari Haerun, Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak,” ungkap Sabaruddin dalam press release grup WhatsApp Media Mitra Basaranas Manokwari, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIT. Korban bersama kedua rekannya, diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai di Kawasan air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegaf.
“Menurut laporan, tiga orang wisatawan berkunjung ke air terjun Memti. Saat hendak menyeberangi aliran sungai, korban atas nama Yanto Idorway terpeleset dan terseret arus sungai. Dua rekannya berupaya memberi pertolongan serta melakukan pencarian secara mandiri, tetapi korban belum berhasil ditemukan,” tambah Sabaruddin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sambung Sabaruddin, pada pukul 20.35 WIT, Kantor SAR Manokwari segera berkoordinasi dengan Polres Pegaf dan menyiapkan personil dan peralatan SAR
“Pada pukul 20.52 WIT, tim rescue Kantor SAR Manokwari diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit rescue car. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur potensi SAR setempat untuk menyusun rencana operasi pencarian yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya,” jelasnya.
Ditambahkannya, operasi SAR melibatkan personil dari Kantor SAR Manokwari dan Polres Pegunungan Arfak. Dalam pelaksanaan, tim membawa berbagai peralatan pendukung, diantaranya 1 rescue car, 1 drone thermal, 5 set peralatan komunikasi, 6 set peralatan SAR air, 1 set peralatan mountaineering, dan 1 set peralatan evakuasi.
Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi di wilayah operasi diperkirakan berawan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi tim meliputi jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta pelaksanaan mobilisasi pada malam hari.
“Tim SAR akan mengoptimalkan Upaya pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personil yang bertugas. Perkembangan pelaksanaan operasi SAR akan disampaikan secara berkala sesuai hasil di lapangan,” tandas Sabaruddin. [*SDR-R1]




















