Manokwari, TP — PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapannya bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait untuk mendorong pembentukan Satuan Tugas Pengawasan BBM Bersubsidi di wilayah Manokwari. Langkah ini guna memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan mempersempit potensi penyalahgunaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan penyaluran BBM subsidi, baik Pertalite maupun Biosolar, saat ini telah berjalan sesuai regulasi dan kuota yang ditetapkan. Ketersediaan stok di Fuel Terminal Manokwari juga terus dijaga guna menjamin kelancaran distribusi ke SPBU.
“Kami jaga stok di Fuel Terminal agar distribusi ke SPBU tepat waktu. Realisasi penyaluran juga sesuai penugasan yang diberikan. Saat ini terdapat satu SPBU (83.983.02) yang sementara berhenti menyalurkan Pertalite karena kendala sistem yang sedang diperbaiki. Sebagai langkah antisipasi, alokasi Pertalite dialihkan ke SPBU yang masih beroperasi guna mengurai antrean konsumen,” jelas Ispiani.
Pertamina juga secara berkala melaksanakan pemeriksaan mendadak lintas sektoral serta koordinasi pembentukan tim pengawasan bersama Pemkab, DPR Papua Barat, dan aparat penegak hukum.
“Pengawasan BBM bersubsidi tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus terintegrasi. Beberapa kerangka regulasi telah dirumuskan dalam pertemuan sebelumnya guna mendukung penyaluran lebih tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga berkomitmen mendukung percepatan penerapan regulasi yang dapat meningkatkan pelayanan BBM subsidi bagi masyarakat Manokwari,” pungkas Ispiani. [SDR-R2]










