Manokwari, TP – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMGK) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di dua daerah di Papua Barat.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas II Rendani Manokwari, Cipta Utama mengatakan sampai dengan Senin 12 Oktober 2026 tercatat ada 201 titik api yng tersebar di wilayah Provinsi Papua Barat. Daerah terbanyak yaitu di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga menjadi fokus daerah yang akan dilaksanakan OMC.
Menurutnya, OMC dilakukan untuk mengurangi asap bukan menghilangkan, karena memang sumber asap bukan berasal dari Papua Barat saja tetapi dari banyak sumber wilayah lainnya.
Menurutnya, OMC tidak dilakukan Manokwari karena titik api yang terdeteksi tidak terlalu banyak. Selain itu, kabut asap terdeteksi hanya dari hasil pembakaran sampah.
“OMC ini nanti dipusatkan di Fakfak, Kaimana dan Bintuni. Tetapi lebih cenderung ke Fakfak dan Bintuni dengan tujuan untuk mengurangi titik-titik api di wilayah tersebut,” kata Utama kepada wartawan di Kantor Bandara Rendani Manokwari, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, sedianya OMC di dua wilayah tersebut dilaksanakan pada Senin 12 Oktober 2026, namun tertunda karena material yang dirikim dari Jakarta terlambat tiba di Manokwari karena adanya penerbangan yang dibatalkan karena kabut asap.
“Ada beberapa kendala logistiknya belum tiba di Manokwari. Untuk pesawat dan tim petugasnya sudah ada di Manokwari. Tinggal menunggu logistiknya saja,” pungkasnya.
Utama menambahkan, OMC dilakukan dengan cara membuat hujan buatan dengan penaburan garam. Secara kesehatan memang tidak ada masalah. Namun, warga tetap diimbau untuk tidak digunakan untuk masak. [SDR-R2]










