• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home PAPUA BARAT

Papua Barat Komitmen Selaraskan Pembangunan dan Pelestarian Hutan

AdminTabura by AdminTabura
20/10/2026
in PAPUA BARAT
0
Papua Barat Komitmen Selaraskan Pembangunan dan Pelestarian Hutan

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani buka Rakornis Kehutanan se Papua Barat pada salah satu hotel di Manokwari, Selasa (20/10/2026). IST

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

​Manokwari, TP — Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen menyelaraskan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui transformasi tata kelola kehutanan yang berkelanjutan.

Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kehutanan Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Swiss-Belhotel, Selasa (20/10/2026).

Ditegaskan Lakotani, pentingnya menyeimbangkan perlindungan fungsi ekologis hutan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat. Pengelolaan hutan di Papua Barat tidak boleh hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam secara sepihak.

Menurutnya, hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, pengatur ekosistem, penyimpan karbon, sumber air, serta habitat keanekaragaman hayati.

​“Tugas kita bukan mempertentangkan pembangunan dengan pelestarian hutan, melainkan membuat keduanya berjalan bersama,” ujarnya seraya mengingatkan agar seluruh kebijakan kehutanan daerah senantiasa mempertimbangkan aspek ekologis, ekonomi, sosial, dan budaya.

Lebih lanjut, kata dia, mengingat hutan memiliki keterikatan yang sangat erat dengan sejarah, identitas, dan pengetahuan tradisional masyarakat adat di Papua Barat.

​Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di dalam dan sekitar kawasan hutan harus ditempatkan sebagai mitra utama pemerintah.

Instrumen perhutanan sosial dinilai menjadi jalan masuk yang tepat untuk membuka ruang pengelolaan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

​Meski demikian, Lakotani menekankan, pemberian izin akses pengelolaan saja tidak cukup. Masyarakat sangat membutuhkan pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, penyusunan rencana usaha, hingga pembukaan akses pasar.

​“Program ini perlu didukung pendampingan, penguatan kelembagaan kelompok, dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar masyarakat memperoleh pendapatan dari usaha yang legal, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

​Lebih lanjut, sektor kehutanan juga didorong agar terintegrasi dengan program Papua Barat Produktif. Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)—seperti madu, rotan, sagu, kulit masoi, hingga buah-buahan lokal—harus diolah agar memberi nilai tambah di daerah.

Pemerintah daerah berkomitmen mendorong keterampilan pengolahan dan pengemasan produk serta membangun kemitraan bersama koperasi dan pelaku usaha agar masyarakat tidak sekadar menjadi penjual bahan mentah.

​Seluruh upaya pengembangan ekonomi kehutanan ini dipastikan tetap berjalan dalam koridor ekonomi hijau, seperti pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perlindungan tutupan hutan, dan rehabilitasi kawasan guna menghadapi dampak perubahan iklim.

​Mengakhiri sambutannya, Lakotani berharap Rakornis Kehutanan 2026 ini tidak berhenti sebagai forum seremonial atau sekadar menghasilkan dokumen rekomendasi semata, melainkan menjelma menjadi langkah konkret yang nyata di lapangan.

​“Mari kita jaga hutan, kuatkan kelembagaan, kembangkan ekonomi produktif masyarakat, dan wariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang,” pungkasnya. [*FSM-R2]

Previous Post

Tembakau Sintetis Rambah Raja Ampat, Polisi Ungkap Pelaku

Next Post

Dishut Papua Barat Evaluasi Program Kerja dan Susun Rencana Strategis 2027

Next Post
Dishut Papua Barat Evaluasi Program Kerja dan Susun Rencana Strategis 2027

Dishut Papua Barat Evaluasi Program Kerja dan Susun Rencana Strategis 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!