Manokwari, TP – Lapas Kelas II B Manokwari dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Manokwari akan mendorong pengembangan ekonomi kreatif warga binaan melalui pemasaran hasil karya kerajinan tangan.
Kalapas Kelas II B Manokwari, Jumadi mengatakan, kerja sama ini dimaksudkan untuk pengembangan mutu dan kualitas hasil kerja warga binaan supaya hasil karyanya bisa lebih unggul sebelum didistribusikan.
Diungkapkan Jumadi, menciptakan produk unggulan hasil karya warga binaan pemasyarakatan adalah salah satu inovasi yang dilaksanakan dalam program pembinaan kemandirian yang selama ini telah berjalan di Lapas Manokwari.
Dalam program pembinaan kemandirian, lanjut Kalapas, pihaknya berupaya mendorong warga binaan untuk terus berinovasi dan melatih warga binaan untuk berwirausaha supaya setelah keluar atau kembali ke masyarakat sudah mempunyai skill atau kemampuan.

“Hari ini, kami menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata dalam rangka pemasaran hasil karya warga binaan. Rencananya, hasil karya ini nanti akan dipasarkan dan dipamerkan ke Yogyakarta,” kata Jumadi kepada Tabura Pos di Lapas Kelas II B Manokwari, Selasa (31/1).
Ditegaskan Kalapas, pihaknya memang sedang mengembangkan bakat dan minat warga binaan dengan membuat kerajinan tangan ukir, seperti patung, rumah kaki seribu, gantungan kunci, dan lain sebagainya.
Meski demikian, Jumadi mengakui, masih banyak kendala yang dialami, seperti peralatan dan lain-lain. Untuk itu, ia berharap dukungan semua pihak, baik dari pemerintah maupun pihak swasta.
“Kami juga berharap melalui kerja sama ini, nanti hasil karya warga binaan bisa dipasarkan. Selama ini memang menjadi salah satu kendala yang kami alami,” tandas Kalapas. [AND-R1]




















