Manokwari, TABURAPOS.CO – Satnarkoba Polres Manokwari mengklaim sebanyak 75 persen pemuda dari prevalensi indikasi kasus penyalahgunaan narkotika di Manokwari, berhasil diselamatkan.
Hal ini diungkapkan Kasat Narkoba Polres Manokwari, Ipda Jhon Haulussy didampingi KBO Satnarkoba, Ipda Thomas Sabon.
Menurut Haulussy, persentase itu dicapai dalam kurun waktu 100 hari kerja atau sejak dilantik pada 23 Mei 2022.
Dikatakannya, persentase itu dilihat dari hasil pengungkapan dan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi pencapaian itu berkat dukungan semua pihak.
Kasat Narkoba menerangkan, meski pihaknya berhasil mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika di Manokwari, tetapi di sisi lain, ancaman itu tetap menghantui, mengingat kasus narkotika di wilayah hukum Polres Manokwari, masih cukup tinggi.
Lanjut dia, dari hasil pengungkapan yang dilakukan sejauh ini, kasus peredaran narkotika di Manokwari didominasi Ganja yang pada umumnya berasal dari Jayapura, Papua.
Menurut Haulussy, salah satu kendala yang dialami dalam melakukan pengungkapan karena modus pelaku yang berubah-ubah.
Ia menerangkan, kasus penyalahgunaan narkotika di Manokwari membutuhkan perhatian dan peran berbagai pihak.
Sebab, kasus itu banyak menyentuh kalangan pelajar, yang artinya tidak hanya berdampak kesehatan, tetapi bisa merusak moral dan generasi bangsa.
“Saya dengan KBO tetap merasa bangga, karena sudah melakukan pengungkapan, tetapi di sisi lain kita juga sedih karena peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Manokwari, cukup tinggi,” tukas Kasat Narkoba kepada Tabura Pos di Polres Manokwari, Selasa (6/9).
BACA JUGA: Panggung PBD Dapat Dimanfaatkan Menggaungkan Isu Bomberai Raya
Dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Manokwari, jajaran Satnarkoba terus melakukan penyuluhan, edukasi, dan sosialisasi di kalangan pelajar.
Diakui Kasat Narkoba, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama di pintu masuk, seperti pelabuhan, bandara, Bea Cukai, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sebagainya, termasuk jajaran kepolisian di Jayapura.
Haulusssy pun mengakui kendala lain, karena pihaknya belum mempunyai peralatan ITE, sehingga harus membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mencegah narkotika masuk ke wilayah Manokwari. [AND-R1]




















