Manokwari, TABURAPOS.CO – Seorang tahanan titipan kasus penambangan emas ilegal di Waserawi, Distrik Masni, Manokwari, berinisial ORS dikabarkan berhasil kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari, Sabtu (8/10).
Kalapas Kelas II B Manokwari, Yulius Paath mengaku, informasi tahanan yang kabur diketahui setelah menerima laporan dari petugas yang melakukan penjagaan.
Diungkapkan Paath, berdasarkan informasi yang diterimanya dari regu jaga, ORS diduga kabur setelah memanjat tembok di bagian belakang sekitar pukul 05.00 WIT – pukul 08.00 WIT.
Dia menerangkan, saat itu, regu jaga sedang membuka kunci pintu kamar untuk diserahterimakan dari regu jaga malam ke regu jaga pagi, dimana ketika apel pagi dilakukan perhitungan, ternyata ORS sudah tidak ada.
Dikatakan Kalapas, kejadian ini sudah dikoordinasikan dengan Pengadilan Negeri (PN) Manokwari dan Kejari Manokwari melalui Kasi Pidum, tetapi Lapas akan menyurat secara resmi mengingat sekarang masih hari libur.
Selain itu, ia menambahkan, Lapas juga sudah menyurati Polres Manokwari dan Polres Manokwari Selatan untuk mengejar tahanan yang kabur itu.
“Itu yang jaga memang hanya 5 orang, lalu 3 orang kan tidak bisa dikasih tugas, dia cuma magang saja pendampingan CPNS,” kata Paath yang dikonfirmasi Tabura Pos via ponselnya, Minggu (9/10).
Dia mengakui, pelarian tahanan di Lapas Kelas II B sudah sering terjadi, salah satu penyebab akibat tembok di belakang yang sangat rendah. Di samping itu, kata dia beralasan, Lapas sudah melebihi kapasitas, sehingga harus direlokasi.
Menurutnya, Lapas sudah berusaha agar tembok yang diduga menjadi tempat pelarian bisa dicegah, tetapi dengan kondisi sekarang, sangat memungkinkan kasus serupa terjadi lagi, siapa pun kalapasnya.
Diutarakan Paath, pihaknya sudah berusaha memperbaiki tembok itu, dan mengajukan protes ke tetangga yang mempunyai pohon yang menempel di tembok.
BACA JUGA: Oknum TNI dan Polri Berulah, Waney: Itu Perbuatan Pribadi
“Mau bilang kelalaian, tapi memang keadaan dan kondisinya begitu,” kata Kalapas.
Ia membeberkan, di Lapas Manokwari banyak blok, belum termasuk masjid dan gereja, belum lagi posisi blok yang terpisah. “Petugas yang melakukan penjagaan cuma 5 orang, sementara blok ini banyak. Kalau masing-masing jaga, itu tidak memungkinkan,” katanya.
Path menjelaskan, apa pun usaha yang dilakukan, jika temboknya hanya 2 meter, pasti terus begini. Ditambahkannya, dari dalam Lapas kelihatan 3 meter, tetapi dari luar tersisa 1,5 meter.
“Jadi, memang krusial dan harus segera direlokasi. Hari Jumat lalu, kita sudah bertemu Bupati Manokwari dan beliau bersedia menghibahkan, mudah-mudahan minggu ini hibahnya keluar,” tutup Kalapas. [AND-R1]




















