Manokwari, TABURAPOS.CO – Petugas Satlantas Polresta Manokwari menggencarkan blue light patrol (BLP) untuk mengantisipasi aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.
Menurut Kasat Lantas Polresta Manokwari, AKP Subhan S. Ohoimas, aksi ini merupakan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, dimana pelakunya sebagian besar adalah pemuda maupun komunitas.
Diakuinya, aksi balap liar cukup meresahkan dan banyak mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pengguna jalan. Aksi balap liar ini cukup berbahaya, karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Ia membeberkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat melalui media sosial dan telepon, belakangan aksi balap liar ini waktunya bergesar. Sebelumnya, dilaksanakan pukul 23.00 WIT dan sekarang bergeser pada pukul 02.00 WIT.
“Artinya, balap liar menyesuaikan kondisi di lapangan saat tidak ada petugas,” kata Ohoimas kepada Tabura Pos di Polresta Manokwari, Jumat (12/1).

Untuk mengantisipasi aksi balap liar di Manokwari, Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. R.B. Simangungsong memerintahkan untuk melaksanakan patroli yang ditingkatkan, dikombinasikan penindakan terhadap kendaraan yang ditemukan berada di lokasi balap liar.
Kendaraan yang ditindak karena aksi balap liar, kata dia, tidak dikeluarkan dalam waktu dekat, dengan begitu sebagai upaya meminimalisir kecelakaan.
“Mereka melakukan aksi balap liar melihat kondisi di lapangan. Kalau tidak ada polisi, baru mereka lakukan. Kami juga berharap masyarakat aktif memberi laporan dan ikut merintangi atau mengedukasi pelaku aksi balap liar,” harap Ohoimas.
Ia menambahkan, petugas Satlantas Polresta Manokwari melaksanakan BLP di beberapa titik dalam Kota Manokwari, Kamis (11/1) malam, melibatkan sejumlah petugas Satlantas Polresta Manokwari.
Dikatakannya, BLP seyogianya sebagai upaya edukasi, sekaligus wujud kehadiran petugas di lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pengendara lain. [AND-R1]




















