• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home POLHUKRIM

Gubernur dan Kepala LLDikti Saksikan Pengukuhan Guru Besar Hugo Warami

AdminTabura by AdminTabura
15/01/2026
in POLHUKRIM
0
Gubernur dan Kepala LLDikti Saksikan Pengukuhan Guru Besar Hugo Warami

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memberikan sambutan dalam Rapat Terbuka Senat Unipa, dalam rangka pengukuhan guru besar, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd, M.Hum di aula utama Unipa Manokwari, Rabu (14/01/2026). TP/CR28

0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV, Prof. Dr. Suriel S. Mofu menyaksikan pengukuhan Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd, M.Hum sebagai guru besar dalam Rapat Senat Terbuka Universitas Papua (Unipa), di aula utama Unipa Manokwari, Rabu (14/1/2026).

Gubernur menegaskan, pengukuhan bukan sekedar capaian akademik individual, melainkan peristiwa strategis yang membawa tanggung jawab besar bagi kemajuan pendidikan, persatuan sosial, dan pembangunan Papua Barat.

Ia mengatakan, tanah Papua sebagai tanah yang diberkati, sekaligus mengingatkan bahwa setiap berkat mengandung tanggung jawab untuk menjadi berkat bagi sesama dalam tugas dan pengabdian masing-masing.

Dirinya mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada Unipa atas komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Papua Barat.
Pada kesempatan itu, Mandacan mengucapkan selamat terhadap Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd, M.Hum yang telah dikukuhkan sebagai guru besar.

“Pengukuhan merupakan pencapaian akademik yang patut dibanggakan tidak hanya oleh keluarga besar universitas, tetapi juga oleh masyarakat Papua Barat secara luas,” katanya.

Menurut Gubernur, kehadiran seorang guru besar bukan hanya simbol gelar akademik tertinggi, melainkan representasi dari dedikasi panjang, kerja keras, dan tanggung jawab intelektual untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dirinya meyakini, keahlian Prof. Hugo Warami di bidang linguistik, antropologi, dan linguistik forensik mempunyai relevansi tinggi dengan konteks Papua yang kaya akan keragaman bahasa dan budaya.

“Papua memiliki kekayaan bahasa dan budaya yang luar biasa. Peran akademisi, khususnya guru besar, sangat penting dalam menjaga, meneliti, dan melestarikan kekayaan tersebut agar tidak hilang oleh perubahan zaman,” ujar Mandacan.

Dirinya pun menyinggung makna kepemimpinan yang melekat pada jabatan guru besar. Dikatakan Gubernur, menjadi pemimpin, termasuk pemimpin akademik, berarti siap berkorban dan menjadi teladan.

Menurutnya, seorang pemimpin akan selalu menjadi rujukan bagi orang-orang yang dipimpin, baik dalam sikap, cara berpikir, maupun pengambilan keputusan.
Ditegaskan Mandacan, pemimpin sejati tidak boleh memetingkan kepentingan pribadi, melainkan mengedepankan kepentingan bersama.

“Dalam konteks perguruan tinggi, guru besar diharapkan menjadi panutan bagi dosen muda dan mahasiswa tidak hanya dalam keilmuan, tetapi juga dalam etika, integritas, dan tanggung jawab sosial,” tandas Mandacan.

Untuk itu, Gubernur mengajak sivitas akademika untuk terus menjaga toleransi, kerukunan, dan persatuan di Papua Barat. Dirinya pun mengingatkan bahwa Papua Barat pernah meraih peringkat tertinggi secara nasional dalam Indeks Toleransi Antarumat Beragama berdasarkan penilaian Kementerian Agama (Kemenag) RI, suatu prestasi yang harus dijaga dan dikembalikan jika mengalami penurunan.

Diutarakannya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam merawat nilai-nilai kebersamaan tersebut melalui pendidikan yang inklusif dan dialog yang sehat.

Dirinya menegaskan, keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Papua Barat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk di kalangan akademisi.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Lanjutnya, kebijakan pembangunan yang tepat harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap kondisi masyarakat. Oleh karena itu, hasil penelitian dan kajian akademik diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan publik di Papua Barat.

Gubernur pun sempat menyinggung keterbatasan anggaran daerah dan dinamika kebijakan Otonomi Khusus (Otsus), tetapi keterbatasan itu tidak boleh melemahkan semangat untuk terus membangun Papua Barat yang cerdas, sehat, dan produktif.

Ditambahkannya, peran perguruan tinggi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah. “Saya berharap ilmu dan pengabdian yang dimiliki dapat terus memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, pelestarian budaya serta kemajuan Papua Barat,” katanya.

Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV, Prof. Dr. Suriel S. Mofu mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyoroti keberhasilan Unipa dalam melahirkan guru besar baru.

Dikatakannya, keberhasilan Unipa dalam melahirkan guru besar baru menandai tonggak penting pengembangan pendidikan tinggi di tanah Papua.

Dikatakannya, Hugo Warami merupakan guru besar ke-26 Unipa dan guru besar ke-77 di wilayah tanah Papua. Selain itu, ungkap Mofu, Hugo Warami menjadi guru besar pertama di bidang linguistik dari 9 provinsi di Timur Indonesia.

Mofu menambahkan, pengukuhan guru besar bukan sekedar pencapaian individu, tetapi merefleksikan kemajuan pendidikan tinggi di Papua.

Diutarakannya, berdasarkan data LLDikti Wilayah XIV sampai 2025, terdapat 128 perguruan tinggi di tanah Papua dengan 733 program studi. Rinciannya, 5 perguruan tinggi negeri (PTN) mempunyai 203 program studi, 76 perguruan tinggi swasta (PTS) mengelola 367 program studi, dan 47 perguruan tinggi kementerian memiliki 163 program studi.

“Selama tujuh tahun terakhir, perguruan tinggi di Papua telah menghasilkan 92.935 sarjana meliputi bidang pendidikan, kesehatan, teknik dan komputer, sains dan pertanian, serta ilmu sosial dan humaniora,” rinci Mofu.

Dirinya pun menekankan filosofi Unipa ‘Science for Humanity’ atau ‘Ilmu untuk Kemanusiaan’ sebagai pedoman terhadap akademisi untuk menghasilkan ilmu yang berdampak nyata terhadap masyarakat.

“Ilmu untuk kemanusiaan bukan sekedar slogan, ia menghubungkan sejarah akademik, temuan ilmiah, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat,” tandas Mofu.

Di samping itu, ungkapnya, pentingnya akademisi dalam mendukung kebijakan pemerintah berbasis bukti (evidence-based policy).
Data akademik harus dipakai untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekedar membenarkan kepentingan politik atau ideologi tertentu. Dikatakannya, temuan ilmiah harus mampu memengaruhi kebijakan pemerintah agar sesuai kebutuhan nyata di masyarakat.

Dirinya menambahkan, keberhasilan ini menegaskan posisi Unipa sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu melahirkan akademisi unggul dengan kontribusi ilmiah yang relevan bagi pembangunan regional dan nasional.

Pada kesempatan itu, Mofu juga mengajak seluruh akademisi di tanah Papua untuk terus memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat Papua melalui ilmu pengetahuan yang didapatkan.

Hugo Warami Sampaikan Orasi Ilmiah

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, juga kemenangan bagi Fakultas Sastra dan Budaya, Unipa Manokwari yang akhirnya melahirkan guru besar pertamanya.

Momentum ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan perayaan Satu Abad Pendidikan di Tanah Papua, memosisikan Hugo Warami sebagai guru besar ke-26 Unipa dan putra asli Papua ke-77 yang mendapat gelar tertinggi tersebut.

Pada kesempatan itu, Hugo Warami menyampaikan orasi ilmiah yang baginya sebagai orasi iman berjudul ‘Merawat Harmoni, Menghindari Kelam Potensi Linguistik Dalam Memitigasi Masyarakat Multietnik di Tanah Papua’.

Dalam orasi ilmiahnya, Hugo Warami membedah realitas sosial Papua melalui lensa bahasa. Ditegaskannya, di tengah keberagaman etnik, bahasa memiliki kekuatan ganda sebagai perekat harmoni atau pemicu disintegrasi yang diistilahkan sebagai ‘kelam’.

“Menjaga harmoni berarti menjaga mulut, menjaga bibir, menjaga tangan, dan menjaga hati. Ketika tangan kita bermain di media sosial tanpa kendali, harmoni itu akan rusak,” kata Hugo Warami.

Satu bagian yang paling menyita perhatian adalah kepakarannya dalam linguistik forensik. Selama 15 tahun terakhir, ia telah mendampingi penegakan hukum di Papua Barat melalui analisis teks dalam 30 kasus kejahatan berbahasa.

Mulai dari penghinaan terhadap lembaga gereja, pencemaran nama baik pejabat, hingga ancaman kekerasan fisik.

Dirinya secara gamblang membedah data kasus di Polres Teluk Bintuni, Manokwari, hingga Polda Papua Barat. Salah satu edukasi penting yang disampaikannya tentang fenomena pertukaran bunyi ‘L’ dan ‘R’ serta ‘T’ dan ‘D’ pada suku-suku tertentu, seperti Suku Arfak.

Secara linguistik, Hugo Warami membuktikan bahwa hal tersebut adalah variasi ruang artikulasi udara dalam paru-paru bukan tanda keterbelakangan.

“Siapapun yang bertugas di tanah Papua harus belajar memahami ‘Rumah Papua’. Jangan paksa Papua menjadi Indonesia, tapi Indonesia harus mampu menjadi Papua agar ada kolaborasi yang simetris,” ujar Hugo Warami.

Menutup rangkaian prosesi, Hugo Warami mengucapkan terima kasih yang emosional kepada keluarga, para sesepuh Unipa hingga jemaat gereja tempat dirinya melayani. Ia pun merujuk pada sabda I.S. Kijne tentang peradaban Papua yang akan bangkit dan membangun dirinya sendiri.

“Hitam bukan kelam, keriting bukan rusak. Hitam dan keriting adalah martabat orang Papua. Pencapaian ini adalah milik kita bersama untuk masa depan peradaban yang lebih cerah,” tandas Hugo Warami.

Sementara Sekretaris Senat Unipa, Prof. Dr. Joni Marwa, S.Hut, M.Si, dalam sambutannya mewakili Ketua Senat, memberi apresiasi yang mendalam.

Dirinya menyebut kehadiran Prof. Hugo Warami sebagai guru besar baru, telah memecah kesunyian panjang di Fakultas Sastra dan Budaya yang selama ini berada di bawah bayang-bayang fakultas.

“Hari ini Fakultas Sastra dan Budaya tidak lagi sunyi. Ia (Hugo Warami, red) menyusul Fakultas Kehutanan, Pertanian, dan Peternakan dalam barisan guru besar. Ini adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan adalah jalan pembebasan dan pengabdian,” kata Joni Marwa.

Ia juga menggarisbawahi bahwa hingga hari ini, Unipa telah memiliki 26 guru besar, termasuk tiga ‘bidadari’ professor perempuan yang terus berkontribusi bagi pembangunan Papua Cerdas dan Produktif. [CR28/CR29-R4]

Previous Post

KNPI Papua Barat: Pengambilalihan FK UNIPA di Sorong Tanpa Dasar Hukum Berpotensi Langgar Administrasi, Perdata, hingga Pidana

Next Post

Purnamajati: Keterbukaan Informasi Publik sesuai SK KMA Nomor 2-144

Next Post
Purnamajati: Keterbukaan Informasi Publik sesuai SK KMA Nomor 2-144

Purnamajati: Keterbukaan Informasi Publik sesuai SK KMA Nomor 2-144

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!