Sorong, TP – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya memastikan dua korban pembantaian di jalan menuju Kampung Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, merupakan pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw.
Penegasan disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny Setya Agustin Hengkelare, dalam jumpa pers di Markas Komando (Mako) Polda PBD pada Rabu (18/3). Polisi membantah keras informasi yang menyebut kedua korban sebagai anggota intelijen, polisi, maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Korban adalah pegawai Pemkab Tambrauw, bukan anggota intelijen ataupun aparat keamanan seperti yang beredar,” tegasnya.
Sebelumnya, informasi beredar di media sosial terkait klaim kelompok yang mengatasnamakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Barat Daya sebagai pelaku. Dalam klaimnya, kelompok tersebut menyebut kedua korban adalah anggota intelijen yang dihadang sebelum dibunuh.
Namun pihak kepolisian menegaskan informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan hasil pendalaman, kedua korban merupakan warga sipil yang berstatus pegawai pemerintah daerah dan menjadi korban kekerasan saat melintas di lokasi kejadian.
Polda Papua Barat Daya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum. [CR30-R2]




















