Manokwari, TP – Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat untuk sementara waktu tidak menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari pihak luar.
Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Ketua K2BPT periode 2026-2031, Abner Itlay, menanggapi rencana penyerahan bantuan bahan makanan (bama) dan ternak dari Kodam XVIII Kasuari yang dijadwalkan berlangsung di Sowi dan Amban, Selasa (14/4).
Menurut Abner, penundaan penerimaan bantuan ini dikarenakan pihaknya belum melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pasca dirinya dilantik oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.
Abner menegaskan, dirinya mendapati adanya oknum yang mengatasnamakan dirinya maupun organisasi untuk menerima bantuan tersebut.
“Karena itu, dengan tegas saya menolak sementara bantuan tersebut. Saya meminta oknum-oknum tersebut tidak lagi mengatasnamakan saya atau organisasi untuk menerima bantuan dari mana pun,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada Tabura Pos, Selasa (13/4) malam.
Ia menjelaskan, saat ini struktur dan mekanisme kerja belum ditetapkan secara resmi melalui Raker. Oleh sebab itu, penerimaan bantuan dikhawatirkan tidak tepat sasaran dan menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Kami mohon maaf, untuk sementara ini kami belum bisa menerima bantuan, baik dari Kodam XVIII Kasuari maupun pihak lainnya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Abner juga berpesan kepada seluruh masyarakat Pegunungan Tengah agar tidak semena-mena menggunakan nama organisasi untuk meminta-minta bantuan kepada pihak lain sebelum ada keputusan resmi dalam rapat kerja.
“Kita pasti akan menerima bantuan tersebut, tapi harus menunggu proses organisasi selesai. Nanti kalau Raker sudah dilaksanakan dan mekanisme sudah jelas, barulah kita terima. Untuk saat ini, tolong dihentikan dulu,” tandasnya. [FSM-R2]




















