Manokwari, TP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat bersinergi bersama BPBD Kabupaten Manokwari dan lintas instansi guna percepatan penanganan bencana di sejumlah titik terdampak di sejumlah titik terdampak, mulai dari evakuasi hingga pendataan logistik pengungsi.
Plt. Kepala BPBD Papua Barat, Marthen Kocu mengatakan, sejak awal April terjadi cuaca ekstrem dengan tingginya curah hujan yang disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah titik di wilayah kota Manokwari terendam banjir, 7 – 8 April, lalu.
Dijelaskan Kocu, sejak awal pihaknya telah mendapatkan laporan terjadi banjir di sejumlah titik di wilayah Manokwari namun, secara alur koordinasi kerja dan sesuai skala bencana tanggungjawab pertama ada di pemerintah kabupaten (Pemkab) Manokwari.
“Kami mengapresiasi Bupati Manokwari yang sigap menanggapi bencana tersebut dengan langsung turun ke lokasi banjir dan menentapkan status kewaspadaan di wilayah Manokwari,” kata Kocu kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026).
Dikatakan Kocu, dari laporan awal yang diterima dari BPBD Kabupaten Manokwari langsung direspon dengan bekerjasama dengan BPBD Manokwari, Basarnas, Kepolisian, PMI dan instansi teknis lainnya guna melakukan sejumlah tindakan yang perlu dilakukan dan segara dilaporkan kepada Gubernur Papua Barat.
Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga melaporkan banana tersebut ke PNPB terkait pengambilan data awal banjir, jumlah pengungsi, sebaran titik pengungsi sejak awal kejadian dan terus melaporkan perkembangan di wilayah Papua Barat.
“Kami terus mem-backup BPBD Manokwari dalam pendampingan penanganannya,” ujarnya seraya berharap BPBD Manokwari dapat melaporkan sejumlah data yang akurat, baik data korban, luasan, nama kampung, distrik untuk daerah bencana.
Lebih lanjut, kata Kocu, sejauh ini dari 6 Kabupaten hanya Manokwari yang melaporkan bencana banjir dari cuaca ekstrem tersebut diantaranya, Wosi, Marampa, Kampung Salak, SP5, SP6, Pantai Petrus Kafiar Amban, kampung Jawa, Bugis, Maduraja, dan masih ada wilayah lain yang belum dilaporkan.
Menurutnya, data-data ini sangatlah penting untuk mendapatkan perkiraan besarannya kerugian termasuk kerugian korban berupa harta benda, Kesehatan sandang, papan, dan lainnya.
Tetapi juga, dampak kerugian terhadap asset pemda sendiri, data-data ini akan menjadi dasar pengambilan langkah-langkah kedepan, baik penanganan fisik selama bencana masih berlangsung terutama kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
“Mewakili Pemprov Papua Barat saya sampaikan apresiasi terhadap pihak-pihak yg turut terlibat membantu penanganan bencana ini. Mari kita bersama saling bantu, bahu membahu dalam hal apa saja untuk mengatasi kejadian ini,” tandas Kocu. [FSM-R2]




















