Sorong, TP – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau melepas secara simbolis sebanyak 296 jemaah calon haji tahun 1447 H/ 2026 M yang berasal dari kota dan kabupaten se-Papua Barat Daya. Prosesi pelepasan dilakukan oleh dengan penyerahan pataka oleh Wagub kepada Ketua Kloter, Auliyah Anshor, Senin (4/4/2026)
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua Barat – Papua Barat Daya, Aziz Hegemur menerangkan, jemaah calon haji asal Papua Barat Daya tergabung dengan jemaah asal Provinsi Papua Barat dengan jumlah total mencapai 447 jemaah, terdiri dari jemaah reguler dan jemaah lansia.
Adapun rincian kuota haji masing-masing daerah yakni, Kota Sorong 228 jemaah, Kabupaten Sorong 27 jemaah, Kabupaten Raja Ampat 23 jemaah, Kabupaten Sorong Selatan 19 jemaah, Kabupaten Tambrauw 4 jemaah dan Kabupaten Marbrat 3 jemaah. Selanjutnya, jemaah haji asal Kabupaten Manokwari sebanyak 99 jemaah, Kabupaten Kaimana 14 jemaah, Kabupaten Fak-Fak 14 jemaah, Kabupaten Teluk Bintuni 5 jemaah, Kabupaten Manokwari Selatan 4 jemaah, Kabupaten Wondama 2 jemaah.
Dikatakan Kakanwil, para jemaah dari dua provinsi ini tergabung dalam kloter 25 dan 26 yang akan diberangkatkan dari daerah asal menuju embarkasi Makassar pada tanggal 7 dan 8 Mei 2026.
“Kloter 25 akan masuk ke asrama haji Makassar pada 8 Mei 2026, selanjutnya bertolak ke Jeddah pada 9 Mei 2026. Sementara kloter 26 masuk embarkasi Makassar dan diberangkatkan ke Jeddah sehari setelah kloter 25, atau selisih satu hari,” ujar Aziz Hegemur dalam rinciannya.
Pada kloter 25, sambung Kakanwil, jemaah termuda berusia 17 tahun atas nama Desty Ramadhani Zimin asal Kabupaten Teluk Bintuni. Kemudian jemaah tertua pada kloter ini berusia 84 tahun atas nama Rossi Karie Palugu asal Kota Sorong. Berikutnya, untuk kloter 26, jemaah termuda berusia 31 tahun atas nama Ilham Muhajir Nilla asal Kota Sorong, dan jemaah tertuanya berusia 80 tahun atas nama Andi Raden Pagala asal Kota Sorong.
Pada musim haji tahun ini, dalam pelaksanaan rangkaian perjalanan ibadah ini para jemaah calon haji juga akan didampingi petugas haji, diantaranya ketua kloter, dokter, pembimbing ibadah, perawat, PHD Kesehatan, PHD umum, dan KBIHU.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau menuturkan, sebagai rukun Islam yang kelima, ibadah haji bukanlah ibadah yang mudah. Sebab untuk memunaikannya sangat dibutuhkan pengorbanan yang besar. Bukan hanya secara materi yang cukup tetapi juga fisik yang mampu melaksanakan perjalanan panjang.
“Berbeda dengan ibadah lainnya yang jarus dilakukan berulang kali, neik haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup. Itupun tidak kepada setiap Muslim, melainkan bagi yang mampu, baik secara fisik, psikis maupun kemampuan secara materi,” ungkap Wagub Nausrau.
Wagub berharap perjalanan ibadah haji ini harus ditunaikan dengan segenap keikhlasan hati dengan tujuan kembali sebagai haji yang mabrur. Guna khusyuknya rangkaian pelaksanaan ibadah tersebut, Wagub juga berpesan agar para jemaah mengesampingkan segala urusan duniawi dan hanya fokus untuk beribadah di Tanah Suci.
“Ketika kain ihram sudah dikenakan maka pakaian kebesaran lainnya, jabatan, pangkat, serta urusan duniawi tolong ditanggalkan. Fokus saja pada ibadah, jangan sampai dalam rangkaian ibadah justru disibukkan oleh urusan dunia,” tegas Wagub.
Ia juga mengimbau para jemaah tidak membuat kegiatan/ acara sendiri di luar dari egenda yang telah disiapkan oleh panitia haji. Dengan ibadah yang khusyuk di Tanah Suci, Wagub berharap 296 jemaah akan tiba kembali di Papua Barat Daya sebagai haji yang mabrub yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat. [CR24-R2]




















