Transformasi Layanan Jadi Pusat Pelayanan Terpadu Hingga ke Pelosok
Manokwari,TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat secara resmi meluncurkan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi yang terintegrasi dengan aplikasi digital baru, pada Selasa (23/6/2026). Dipimpin langsung Gubernur Dominggus Mandacan, langkah strategis ini bertujuan mempercepat pemenuhan hak kesehatan dasar anak sekaligus mengubah fungsi Posyandu menjadi pusat layanan multisektor yang menjangkau seluruh wilayah hingga ke kampung-kampung terpencil.
Program ini merupakan wujud komitmen mewujudkan generasi Papua Barat yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045, Papua Emas 2041, serta visi Papua Barat Sehat 2030.
Dalam sambutannya, Gubernur Mandacan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung keberadaan Posyandu. Menurutnya, peran aktif warga menjadi kunci keberhasilan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya.
“Posyandu harus kita dukung bersama. Imunisasi adalah hak setiap anak, bukan pilihan. Satu suntikan hari ini menjadi perisai bagi masa depan mereka,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Posyandu kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan dan pemberian imunisasi. Melalui kebijakan transformasi, lembaga ini menjadi pusat pelayanan yang meliputi enam bidang Standar Pelayanan Minimal: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta pelayanan sosial.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Posyandu Papua Barat, Ny. Yuliana Mandacan, menyatakan gerakan ini mengacu pada berbagai peraturan perundangan, antara lain UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Penurunan Stunting, serta Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
“Posyandu kini melayani lebih luas: mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan usia dini, sanitasi, air bersih, hingga pendataan warga rentan. Keberhasilannya butuh kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Diakui, masih ada tantangan seperti kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan tenaga, serta partisipasi warga yang perlu ditingkatkan. Untuk mengatasinya, diluncurkan aplikasi digital Ayo ke Posyandu. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui jadwal, lokasi, dan jenis layanan yang tersedia di Posyandu terdekat.
Selain peluncuran gerakan dan aplikasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif, pemberian penghargaan bagi Posyandu berprestasi, serta penandatanganan komitmen bersama guna memperkuat sinergi semua pihak.
Keterangan foto: Ketua TP Posyandu Papua Barat, Ny. Yuliana Mandacan saat menyampaikan sambutannya. [FSM-R2]



















