Manokwari, TP — Meski secara kasat mata terlihat asap dari pembakaran sampah di TPA Sowi dan lokasi lainnya, hasil pemantauan resmi menunjukkan kualitas udara di Manokwari per 1 September 2026 masih dalam kategori baik.
Kepala Bidang P3KHPL DLHP Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada’ Lebang, menjelaskan data tersebut berasal dari alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang beroperasi 24 jam secara real-time di Sowi Gunung. Hasilnya: PM10 tercatat 22 dan PM2.5 sebesar 45, sementara gas SO2, CO, O3, NO2, dan HC semuanya bernilai nol.
“Indeks 100 ke atas baru masuk kategori tidak sehat. Manokwari saat ini masih jauh di bawah ambang batas, tidak memberi efek negatif pada manusia, hewan, maupun tumbuhan,” ujar Lebang, Selasa (1/9/2026).
Kondisi baik ini, kata dia, didukung curah hujan yang mengguyur Manokwari beberapa hari terakhir. Namun kandungan udara bisa berubah sewaktu-waktu tergantung suhu dan kondisi lingkungan, sehingga pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan. [SDR-R2]










