Sorong, TP – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menemui langsung puluhan mama-mama Papua pelaku usaha yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Lampu Merah Remu, Kota Sorong, Kamis (3/7/2026). Di hadapan massa, Gubernur secara terbuka mengakui penyaluran bantuan pemberdayaan usaha dari APBD belum sepenuhnya tepat sasaran.
Aksi ini merupakan puncak protes yang berlangsung tiga hari berturut-turut. Para peserta bahkan bermalam di halaman Kantor Gubernur sebelum akhirnya bergerak memblokir ruas jalan protokol untuk menuntut kejelasan dan transparansi penyaluran bantuan yang dijanjikan. Mereka menyampaikan banyak pelaku usaha yang sudah terdata namun belum menerima haknya.
Menanggapi hal itu, Elisa Kambu menjelaskan pada APBD Tahun 2025 dialokasikan dana sebesar Rp13 miliar, di mana sekitar Rp8 miliar sudah disalurkan. Ia mengakui adanya kelemahan pada tata kelola pendataan dan distribusi yang menyebabkan bantuan belum merata.
“Kami berkomitmen penuh membina mama-mama Papua pelaku usaha. Akan kami periksa dan evaluasi seluruh proses, lalu perbaiki mekanismenya agar adil dan transparan,” tegasnya.
Gubernur mengundang perwakilan peserta aksi untuk bertemu guna merumuskan sistem penyaluran baru yang lebih akurat. Pihak mama-mama berharap komitmen ini segera diwujudkan sehingga program pemberdayaan benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha Orang Asli Papua. [CR30-R2]




















